aku
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK. Tampilkan semua postingan

raksasa cardiff

raksasa cardiff
XMISTERI. -Suatu hari pada 15 Oktober 1869, kegemparan membuncah di selatan kota Syracuse dekat Cardiff, New York. Dua pekerja lepas yang sedang menggali sumur di lahan pertanian milik William G Newell, menemukan manusia raksasa yang sudah membatu.

Segera kegemparan melanda Amerika Serikat dan menyebar ke penjuru dunia. Penemuan itu terjadi secara tak sengaja, saat beliung Gideon Emmons dan Henry Nichols, menyentuh benda keras di kedalaman 1 meter lebih di bawah tanah. Terkejut akan temuan tersebut, kedua pekerja itu kemudian mengangkat batu berbentuk manusia berukuran raksasa yang tertidur dengan senyum tipis di bibirnya. Mereka melakukan pengukuran dan diketahui panjang tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki kira-kira 10 kaki 4 inci (atau kira-kira 3 meter).
Tiga hari setelah penemuan tersebut, sebuah suratkabar terbitan Syracuse menurunkan berita headline berjudul “A Wonderful Discovery” (Sebuah Penemuan Menakjubkan). Pers menjulukinya sebagai Raksasa Cardiff (Cardiff Giant). Orang-orang yang penasaran pun berbondong-bondong menuju pertanian Nowell, ingin menyaksikan rupa manusia raksasa yang sudah membatu itu. Bukan hanya dari wilayah Cardiff dan Syracuse, tapi dari seantero New York dan negara bagian lainnya.
Berbagai “teori”, dugaan, serta pendapat umum sampai legenda dan mitos pun mengalir mengenai raksasa yang membatu itu. Salah seorang pekerja yang menggali fosil tersebut menduga bahwa ini adalah jasad raksasa dari kaum suku Indian yang pernah mendiami wilayah New York di masa lalu. Dugaan lain adalah kaum raksasa yang pernah mendiami lembah-lembah, gua dan dunia bawah tanah di daratan Amerika ribuan tahun lalu. Ada lagi yang menghubungkannya dengan mitologi manusia raksasa pemangsa manusia yang disebut ogre. Bahkan yang lebih berani mengajukan teori itu merupakan fosil ras raksasa yang pernah tercantum dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama!raksasa cardiff
Walaupun begitu tak sedikit pula yang mengecam bahwa raksasa yang membatu itu adalah sebuah tipuan… sebab mustahil adanya manusia utuh bisa menjadi fosil yang membatu.
Kehebohan itu akhirnya memancing rasa penasaran para ilmuwan. Berdasarkan pengamatan singkat Dr John F Boynton mengajukan teori spekulasi yang menyatakan manusia raksasa yang membatu itu adalah karya pahat dan ukir misionaris yang datang ke daratan Amerika sekitar abad ke-17 untuk mengesankan penduduk Indian lokal, demi kepentingan syiar.
Sementara ahli geologi James Hall memprediksikan bahwa raksasa membatu itu bukanlah fosil, melainkan sebuah patung kuno.
Pendapat ahli lain justru menyatakan keaslian fosil itu sebagai manusia raksasa yang membatu. Mereka yakin berdasarkan temuan semacam pori-pori di bagian luar lapisan batu itu, pori-pori yang mirip dengan pori-pori manusia.
Spekulasi dan kontroversi pun semakin marak… benarkah itu fosil manusia raksasa yang membatu atau patung batu kuno, atau hanya sebuah tipuan?


Menguak Kebenaran
Spekulasi dan kontroversi terhadap patung batu itu justru mengundang lebih banyak pengunjung yang ingin menyaksikan “keajaiban” tersebut dari dekat. William G Newell selaku pemilik pertanian tempat ditemukannya batu itu pun memutar otak.

Dua hari setelah penemuan itu, ia kemudian memasang tenda pelindung dan mengutip retribusi bagi pengunjung senilai 50 sen per kepala. Dari retribusi ini ia memetik hasil yang lumayan. Apalagi jumlah pengunjung memang membeludak dari hari ke hari. Jika hari biasa ratusan orang memenuhi lokasi tersebut, sementara pada hari Minggu bisa mencapai dua ribuan pengunjung.
Karena animo masyarakat yang tinggi Newell kemudian menjual hak penemuan itu senilai 75% kepada sindikat lima pedagang yang diketuai David Hannum. Dari situ ia memperoleh keuntungan bersih 37.500 dolar.
Lantas pada 5 November 1869 David Hannum dan rekan memindahkan manusia batu itu ke Kota Syracuse untuk dipamerkan. Rencananya dari Syracause mereka akan menggelar pameran keliling New York dan AS.
Namun kemudian kecurigaan berlandaskan motif ekonomi mulai muncul. Suratkabar Pioneer yang pertamakali mengecam dan mengungkapkan bahwa Raksasa Cardiff itu hanyalah sebuah kebohongan besar. Mereka menyebutkan bahwa manusia batu itu merupakan karya pemahat Kanada (pernyataan yang ternyata salah) yang dibuat setahun lalu.
Pemberitaan suratkabar itu mendorong penelitian lebih lanjut dari ahli. Seorang paleontolog dari Universitas Yale Othniel C Marsh menyatakan bahwa manusia batu itu memang sebuah kebohongan terang-terangan. Sejumlah tanda bahwa itu merupakan patung buatan yang masih baru bisa dibuktikan secara ilmiah.
Pendapatnya ini didukung oleh sejumlah ahli lainnya. Bahkan ada ahli yang menyatakan bahan dasar manusia batu raksasa itu adalah gipsum dan mereka bisa menemukan banyak bekas pahatan di sekujur tubuh “fosil” itu.
Beberapa waktu kemudian tabir itu pun mulai terkuak. Ada bukti transaksi sebelum penemuan manusia batu itu, bahwa Newell pernah mengirimkan sejumlah besar uang kepada George Hull (abang sepupunya) dalam sebuah proyek yang berhubungan dengan arca.
Lantas penduduk di sekitar lokasi pertanian Newell teringat bahwa George Hull, seorang pemilik pabrik cerutu, pada November 1868 pernah mengirimkan peti besi besar “rahasia” ke pertanian Newell dan melakukan penggalian dan penimbunan di kawasan itu. Penyelidikan lainnya membuktikan bahwa George Hull pernah membeli bongkahan gipsum dari pertambangan kawasan Fort Dodge, Iowa. Ia kemudian mengirimkan bongkahan gips itu ke Chicago lalu menyewa seorang ahli pahat Jerman untuk membuat sebuah patung raksasa yang terinspirasi dari Kitab Kejadian.
Setelah patung raksasa tidur itu selesai, Hull kemudian menyiramnya dengan sejumlah bahan kimia agar patung itu terlihat kuno dan tampak telah melalui masa perubahan waktu yang lama. Ia juga membuat detail lubang menyerupai pori-pori dengan menggunakan jarum baja. Total pembuatan patung itu menelan biaya 2.600 dolar AS.
Patung itu kemudian dikirimkan secara diam-diam dalam kotak kargo ke kawasan pertanian Newell. Berdua mereka telah merencanakan hal itu untuk sensasi dan mendulang keuntungan.
Lantas seluruh bukti ini pun diajukan ke publik, dan pada Desember 1869, George Hull yang dicecar bukti tak terbantah pun mengakui bahwa itu merupakan patung buatan hasil rekayasanya setahun lalu. Mereka membiarkan patung itu terkubur selama setahun sebelum memulai penggalian kembali agar bisa meyakinkan orang… Kebenaran pun terkuak sudah, bahwa patung itu hanya sebuah kebohongan belaka.
Monumen KebohonganWalaupun George Hull sudah mengakui bahwa itu hanya patung rekayasa yang baru berumur setahun lebih, animo publik untuk menyaksikannya semakin meningkat. Pengakuan Hull agaknya telah menjadi promosi yang memancing rasa
ingin tahu publik.Motif ekonomi yang kental dalam rekayasa patung itu ternyata tetap mendatangkan fulus. PT Barnum sebagai sebuah perusahaan spesialis pameran barang antik bahkan berani menawar patung tersebut senilai 60.000 dolar AS untuk sewa selama tiga bulan dan kemungkinan akan membelinya. Namun, patung yang sudah dikuasai sindikat pedagang David Hannum menolak tawaran itu dengan maksud ingin mengelola pemeran sendiri.
Barnum kemudian membuat replikanya dari kayu dengan perbandingan 1:1 dan memamerkannya. Di bawah kelola Barnum, barang replika ini pun memancing minat publik dan menyedot banyak pengunjung. Sementara patung itu pun mulai berkeliling AS dalam rangkaian pamerannya.
Pada Februari 1870, patung Raksasa Cardiff itu dikirim ke Boston. Di kota ini, pengunjung masih banyak. Tetapi dalam rangkaian pameran pada bulan dan tahun berikutnya, pengunjung sudah kehilangan minat dan pameran itu pun merugi.
Sampai di sini berakhirnya masa kejayaan patung Raksasa Cardiff dan ia pun digudangkan selama 30 tahun. Setelah masa itu lewat ia sesekali dikeluarkan untuk dipamerkan pada expo dan karnaval. Kali ini pengunjung sudah tidak membeludak karena patung tersebut dipandang sebagai bukti rekayasa terbesar yang pernah dibuat. Ia menjadi semacam monumen kebohongan yang tetap dikenang.
Setelah berpindah pemilik beberapa kali, pada 1947 patung batu Raksasa Cardiff itu dibeli Museum Pertanian Cooperstown, New York. Patung ini kemudian ditempatkan dalam ruang diorama spesial lokasi pertanian Cardiff. Menjadi benda pamer di museum tersebut hinga kini, menjadi peringatan akan sebuah penipuan.
Sementara replika (duplikatnya) yang dibuat PT Barnum kini ditempatkan di Marvin’s Marvelous Mechanical Museum, sebuah museum alat permainan yang dioperasikan koin, di Farmington Hills, Michigan

dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala

dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala
XMISTERI. -Diantara sekian banyak legenda yang berkenaan mengenai malaikat kematian, Dullahan kiranya salah satu yang paling mengerikan. Disinyalir berasal dari legenda Irlandia, makhluk ini memiliki penampakan yang dapat membuat bulu kuduk siapapun berdiri seketika. Hampir seluruh catatan sejarah maupun mitos mengenai Dullahan menyebutkan bahwa makhluk dari lain tersebut tidak memiliki kepala di tempat yang seharusnya. Jadi kepala sang dewa kematian tersebut selalu dibawa di tangannya, tidak menempel di leher!!

Konon tujuannya adalah agar tangan dapat mengangkat kepala tinggi-tinggi sehingga Dullahan bisa melihat lebih jauh daerah sekitarnya. Wajah Dullahan digambarkan putih pucat, dengan mulut sobek lebar dari satu telinga ke telinga lainnya. Matanya yang kecil bewarna hitam dan menatap dengan sangat tajam; saking tajamnya sampai-sampai siapapun yang melihatnya akan terpaku seketika. Kepala Dullahan juga diliputi aura kehijauan. Aura tersebut membantu Dullahan untuk melihat keadaan sekeliling, jadi kepalanya juga berfungsi sebagai lentera penerang.
Ciri khas Dullahan lainnya adalah cambuk yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi, dimana cambuk tersebut konon dibuat dari sulaman tubuh manusia yang sudah meninggal. Penggambaran perawakan Dullahan dari leher ke bawah, memiliki variasi yang lebih beragam. Namun pada umumnya ia memiliki tubuh yang tinggi dengan balutan jubah bewarna hitam. Sebagian kalangan menyebutkanbahwa Dullahan menunggangi seekor kuda hitam, tetapi ada yang menyebutkan bahwa kereta suram yang ditarik oleh 6 ekor kuda hitam merupakan kendaraan Dullahan. Kereta tersebut pun dihiasi dengan objek-objek berbau kematian, dimana hiasan yang paling populer dalam legenda Dullahan adalah tengkorak-tengkorak yang digunakan sebagai alas lilin!! Yang pasti Dullahan selalu muncul dengan aura kegelapan.
Asal-muasal Dullahan diwarnai dengan mitos yang beragam. Salah satunya mengisahkan bahwa makhluk ini merupakan penjelmaan dari salah satu Dewa Kesuburan Celtic bernama Crom Dubh. Dewa tersebut dipuja habis-habisan oleh para raja kuno, terutama Tighermas yang merupakan salah seorang raja terkenal di Irlandia. Setiap tahun Tighermas mengurbankan nyawa-nyawa manusia untuk menyenangkan Crom Dubh. Tapi tradisi pengurbanan manusia ini terhapus pada abad ke-6 setelah masehi, ketika agama Kristen masuk ke Irlandia, dimana kepercayaan para Kristiani akhirnya menghapus kebiasaan kurban manusia yang dianggap sangat tidak berprikemanusiaan. Meski tradisinya dilupakan namun tidak demikian dengan nama besar dan sepak terjang Crom Dubh terus mendatangi manusia untuk mengambil nyawa mereka.
Alasan mengapa Dullahan begitu ditakuti adalah karena penampakan Dullahan biasanya menandakan kematian. Tidak seperti Banshee yang memberikan peringatan terlebih dahulu, makhluk ini bekerja cepat dimana hanya dengan dipanggil namanya saja maka nama orang tersebut akan dicabut. Konon Dullahan sangat senang berkeliaran di tengan festival atau perayaan, khususnya pada perayaan penghormatan Crom Dubh selaku Dewa Kesuburan. Festival tersebut, yang dirayakan oleh rakyat Irlandia, diadakan pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Setelah menemukan targetnya maka Dullahan akan bergerak setelah festival berakhir, tepatnya ketika si target sendirian. Versi lain menyebutkan bahwa jika Dullahan berhenti di depan seorang manusia yang masih hidup makan orang tersebut akan segera meninggal.
dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala
Hal lain yang membuat Dullahan menjadi malaikat kematian yang sangat disegani adalah sifatnya yang sangat individualis. Ia sangat tidak suka dipergoki ketika melancarkan aksinya, dan siapapun yang secara sengaja maupun tidak sengaja melihat sosoknya maka orang itu akan disirami darah. Jika terkena, kemungkinan besar orang tersebut adalah target Dullahan selanjutnya!! Namun selain menyiramkan darah, Dullahan akan mencambuk mata orang yang melihatnya sampai buta. Kelebihan lain dari sosok pencabut nyawa ini adalah kemampuannya dalam menerobos hambatan apapun, entah itu gerbang besi dengan kunci-kunci baja sampai persembunyian paling apik sekalipun. Jadi percuma saja bersembunyi atau mempertahankan diri jika Dullahan sudah mengincar nyawa seseorang.Diantara segala kengerian mengenai kekuatan Dullahan, sang pencabut nyawa ternyata mempunyai satu kelemahan. Entah mengapa, Dullahan tidak suka dengan emas murni. Bahkan satu koin kecil namun terbuat dari emas murni kabarnya sudah mampu membuat sosok ini tidak mampu mendekat. Oleh karena itu, dalam festival perayaan Crom Dubh biasanya orang-orang Irlandia yang merayakan selalu mengantongi (minimalnya) satu koin emas supaya terhindar dari kejaran Dullahan.

mumi-mumi berwujud iblis

mumi-mumi berwujud iblis
XMISTERI. -Melihat mumi-mumi ini bulu kuduk terasa merinding. Mumi-mumi ini bentuknya tidak seperti mumi yang pernah kita lihat. Bentuknya menyeramkan, seperti wujud setan dalam bentuknya yg paling mengerikan. Mumi-mumi ini kini disimpan di sejumlah museum dan kuil buddha di Jepang.


Salah satu yang paling mengerikan adalah wujud menyeramkan dari mumi berwajah tiga. Orang menyebutnya'demon mummies' atau mumi setan saking seramnya.Mumi setan ini kini disimpan di kuil Zengyōji, tempat sembayang umat Buddha. Letaknya di kota Kanazawa, Jepang.
Macam-macam sebutan untuk mumi bermata tiga ini, wujud iblis, mermaids, kappa, tengu, raiju, dll.
Konon, mumi setan itu memang sengaja disimpan di kuil yang sejatinya tempat suci agar tidak gentayangan di luar dan mengganggu manusia.
Legenda yang hidup dimasyarakat menyebutkan, mumi kepala iblis ini ditemukan pada awal abad ke-18 di gudang kuil. Temuan ini membuat geger para pendeta juga masyarakat. Keberadaannya sangat misterius. Tidak ada yang tahu dari mana kepala iblis itu berasal, dan bagaimana bisa berada di sana.
Mumi kepala iblis ini memiliki dua kepala saling tumpang tindih pada bagian wajah, satu lagi berada di belakang (yang menyerupai sebuah Kappa). Pengelola kuil memajang kepala iblis ini setiap musim semi setiap tahun.
Mumi iblis lainnya juga ditemukan di kuil Daijōin yang terletak di kota Usa (Prefektur Oita). Konon mumi ini merupakan pusaka keluarga, namun musibah terus menerus menimpa keluarga ini yang diduga karena mereka menyimpan mumi iblis ini. Akhirnya mumi yg merupakan pusaka keluarga ini, diserahkan ke kuil Daijoin tahun 1925.
Konon pula, sebelum sampai ke kuil Daijoin, mumi ini telah berkali-kali ganti kepemilikan. Tapi malapetaka selalu menimpa pemilik dan keluarganya, itu sebabnya akhirnya pemilik terakhir menyerahkannya ke kuil.
Rupanya kutukan telah menyertai mumi ini. Siapapun yg memilikinya/menyimpannya akan terkena bencana. Kini mumi itu 'dijaga ketat' di kuil dan hanya diperlihatkan pada masyarakat pada waktu waktu tertentu saja.
Selain dua mumi iblis itu, ternyata masih banyak mumi berwujud iblis yang telah ditemukan. Sebagian disimpan di museum, sebagian lagi disimpan di kuil-kuil. Silahkan lihat gambar-gambar ini...wuuuhhh serem kan.mumi-mumi berwujud iblis
mumi-mumi berwujud iblis
mumi-mumi berwujud iblis
Mumi iblis penuh kutukan. Dikatakan demikian karena mumi yg sebelumnya adalah benda pusaka keluarga ini ternyata mendatangkan bencana pada siapa saja yang menyimpannya. Kini mumi berada di kuil Daijōin, kota Usa (Oita prefecture)

manusia keturunan aztec terakhir yang pernah masuk rekor dunia

XMISTERI. -Schlitzie (atau ada yg menyebut "Schlitze" atau "Shlitze"wink. Lahir di New York , 10 September 1901, byk yang berpendapat ia mungkin lahir dengan nama Simon Metz, namun secara hukum namanya adalah Schlitze Surtees. Seorang pemain sideshow Amerika dan sesekali menjadi aktor dalam film yang terkenal untuk perannya dalam film Tod Browning's Freaks (1932) dan kariernya hidup nya didunia sirkus "Ringling Bros. and Barnum & Bailey Circus" sebagai daya tarik tontonan utama. Ia diasuh, dibesarkan, dan dirawat oleh seseorang yang bernama Surtees.
Schlitzie

Selain itu, beberapa sumber menyatakan bahwa ia lahir di Santa Fe, New Mexico. Klaim bahwa ia lahir di Yucatán, Meksiko, mungkin merujuk kepada tafsiran keliru dan aneh dimana Schlitzie sebagai "The Last dari Aztec". Namun identitas lahir Schlitzie mungkin tidak pernah diketahui, informasi yang telah hilang karena ia diserahkan ke berbagai karnaval disepanjang karier dan hidupnya.
Riwayat HidupSchlitzie dilahirkan dengan mikrosefali, gangguan neurodevelopmental yang membuatnya lahir dengan otak dan tengkorak yang luar biasa kecil , dan bertubuh kecil (dia berdiri sekitar empat kaki tinggi (122cm), serta keterbelakangan mental yang berat. Dikatakan Schlitzie hanya memiliki kesadaran anak umur tiga tahun, ia tidak mampu sepenuhnya merawat untuk dirinya sendiri dan ia hanya bisa berbicara dalam kata-kata bersuku kata satu dan membentuk sebuah kalimat sederhana. Namun, ia masih mampu melakukan tugas sederhana dan diyakini mengerti sebagian besar dari apa yang dikatakan kepadanya, karena ia memiliki waktu reaksi yang sangat cepat dan kemampuan untuk meniru. Mereka yang tahu Schlitzie menggambarkan dia sebagai anak yang bersemangat, riang, ramah ,suka menari, menyanyi dan menjadi pusat perhatian.
manusia keturunan aztec terakhir
Ia berjalan dengan membungkuk yang membuat tangannya tampak terlalu panjang. Juga ketika berjalan terlihat kelonggaran dalam sendi dan lututnya sedikit bengkok. Dia mungkin rabun jauh dan seperti orang pada umumya semakin memburuk seiring bertambahnya usia.
Schlitzie pasti telah dibesarkan dalam masa kanak-kanak oleh orang yang mencintainya. Ini pasti sulit untuk membesarkan dan merawat seseorang dengan microcephaly bukan hanya karena tingkat kecerdasannya yang lebih rendah dari rata-rata tetapi juga karena rentang perhatian mereka yang terbatas dan distractibility tinggi. Seseorang dengan banyak cinta dan kesabaran dilatih melalui pengulangan secara terus-menerus untuk membentuk kebiasaan serta perilaku yang baik dan untuk melakukan tugas-tugas sederhana seperti mencuci, berpakaian dan makan sendiri.

manusia keturunan aztec terakhir
KarirDi dalam sirkus, microcephalics biasanya di beri sebutan sebagai "pinheads" atau "missing links", dan Schlitzie sebagai "The Last from Aztec". Schlitzie sering mengenakan pakaian muumuu dan memerankan sebagai perempuan berkelamin dua atau untuk penampilan mistik yang aneh. Mereka mengenalnya "he" and "she".
Hospitalisasi dan tahun-tahun terakhirDi bawah perawatan Surtees, Schlitzie terus melaksanakan rangkaian tontonan sampai kematian Surtees 'di awal 1960-an, dikarenakan putri Surtees', tidak menjalankan bisnis pertunjukan, ia merujuk Schlitzie ke rumah sakit daerah Los Angeles.
Schlitzie tetap dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu sampai ia dikenalkan oleh seorang pemain "sword swallower" Bill Unks, yang kebetulan bekerja di rumah sakit selama off-season. Menurut Unks, Schlitzie tampaknya ketinggalan karnaval mahal, dan jauh dari mata publik dimana telah membuatnya sangat sedih dan tertekan. Rumah Sakit menyatakan bahwa perawatan terbaik untuk Schlitzie adalah dengan menjadikan Schlitzie anggota Unks, showman Sam Kortes, dan kembali ke sideshow.manusia keturunan aztec terakhir
Schlitzie menghabiskan waktu di hari terakhirnya dengan mengunjungi MacArthur Park, memberi makan merpati dan bebek ditemani pengasuhnya dan melakukan berbagai performance untuk orang-orang yang lewat.
Pada tanggal 24 September 1971, pada usia 70, Schlitzie meninggal karena radang paru-paru di Fountain View Convalescent Home. Surat kematiannya serta nama resmi terdaftar sebagai "Shlitze Surtees" dan tanggal lahir pada 1901. Dia dimakamkan di sebuah makam tak bernisan di Queen of Heaven Cemetery di Rowland Heights. hingga pada Agustus 2008, ketika anggota situs www.findadeath.com mengumpulkan dana mencapai $ 400 untuk membelikan batu nisan yang tepat, yang menampilkan namanya sebagai "Schlitze Surtees" dan tanggal lahir September 10, 1901.

makhluk setengah hewan setengah tumbuhan

XMISTERI. -
makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan. Para ilmuwan memperkirakan siput cerdik ini mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen curian itu mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

“hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa,” kata sydney pierce, pakar biologi dari universitas south florida di tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik ini, yang telah resmi dinamakan elysia chlorotica, selama 20 tahun.





makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 januari 2010, pada pertemuan tahunan komunitas integratif dan perbandingan biologi di seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal science. “ini pertamakalinya hewan multiselular bisa menghasilkan klorofil,” tutur pierce.


siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di new england, kanada. Selain mencuri gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.
makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
“kami mengumpulkan sejumlah hewan ini dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan,” kata pierce, “asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan).”
para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan begitu sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.
anak-anak dari siput yang sudah mencuri gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa mencuri cukup kloroplas. Sejauh ini kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum pasti bagaimana caranya hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.
“mungkin saja dna dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui,” ungkap pierce.

9 makhluk mitologi asli indonesia

XMISTERI.
1. Orang Pendek
-Orang Pendek adalah hewan kriptid asal Pulau Sumatera dan telah dikenal sejak 100 tahun lalu oleh penghuni hutan, penduduk, kolonis belanda dan ilmuwan. Penelitian menyebutkan bahwa orang pendek adalah primata berjalan yang memiliki sekitar 80 cm dan 150 cm.
Orang Pendek

















2. Lembuswana
Lembuswana
Makhluk Mitologi ini sering dijadikan simbol dalam kerajaan2 jaman dulu seperti Mulawarman, dan di Cungkup Sunan Prapen. Lembuswana adalah hewan dengan kepala berbentuk gajah yang menggunakan mahkota yang memiliki sepasang sayap dan di keempat kakinya terdapat cula/taji (red: seperti ayam). Masih menurut mitos penduduk sekitar sungai Mahakam, Lembuswana adalah penguasa sungai Mahakam yang tinggal dan bernaung di dasar sungai Mahakam.

3. Orang Bati

Orang Bati
Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.


4. Naga Besukih

Naga Besukih
Naga Besukih adalah naga yang diceritakan dalam asal-usul selat Bali. Dalam cerita, Naga ini dapat dipanggil menggunaka

n genta pemujaan milik Begawan Sidi Mantra. Juga diceritakan bahwa ia dapat mengeluarkan emas dan permata dari dalam sisiknya.



5. Garuda

Garuda
Garuda adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.


6. Ahool

 Ahool
Ahool adalah hewan seperti kelelawar raksasa atau beberapa menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa. Beberapa informasi mengatakan bahwa Ahool memiliki panjang sayap sekitar 3 meter. Pertama kali dijelaskan bahwa ia terlihat di gunung Salak.

7. Veo

Veo
Veo adalah hewan kriptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.

8. Ebu Gogo

Ebu Gogo
Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.

9. Warak Ngendog
Warak Ngendog
Warak Ngendog adalah hewan mitos yang digambarkan seekor badak membawa telur di punggungnya. Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari Naga (Cina), Buraq (Arab) dan Kambing (Jawa). Biasanya dijadikan maskot dalam acara Dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa.

the mongolian death worm (cacing maut mongolia)

the mongolian death worm
XMISTERI. -The Mongolian Death Worm , diketahui suku nomaden Mongolia sebagai khorkhoi allghoi (kadang-kadang dipanggil sebagai allerghoi horhai atau olgoj chorchoj) atau 'cacing usus' karena mirip dengan usus sapi. Mahluk ini berwarna merah, dan kadang-kadang digambarkan memiliki bintik-bintik gelap atau bercak-bercak,. Mahluk ini juga memiliki panjang tubuh kira-kira 2 sampai 5 meter.

The Mongolian Death Worm menghuni Selatan Gurun Gobi di Mongolia. Referensi pertama binatang yang luar biasa ini muncul dalam Chapman Andrews '1926 buku Profesor Roy On the Trail of Ancient Man, meskipun palaentoloigis Amerika (ia inspirasi karakter Indiana Jones) . ia tidak sepenuhnya yakin dengan cerita-cerita rakasa yang ia dengar di sebuah pertemuan para pejabat Mongolia: "Tidak ada yang pernah melihat makhluk itu, tetapi mereka semua sangat yakin dengan keberadaan mahluk itu dan menggambarkannya dengan teliti."
Penjelajah Ceko Ivan Mackerle:"-Seperti Sosis dengan panjang lebih dari setengah meter (20 inci)dan dengan tebal sebesar lengan manusia, mirip usus sapi. Ekornya pendek, seperti tepotong. sulit menggambarkan kepalanya karena terlihat seperti tidak mempunyai mata, hidung atau mulut. warnanya gelap merah, seperti darah atau salami ... ia bergerak dengan cara yang aneh - baik dengan cara menggelinding atau menggeliat menyamping, dengan menyapu. mahluk itu tinggal di bukit pasir terpencil dan di lembah-lembah panas bawah tanah di gurun Gobi dengan tanaman saxaul. ia hanya terlihat selama bulan-bulan terpanas tahun, Juni dan Juli, kemudian pada bulan-bulan lain ia masuk ke dalam liang pasir dan tidur. Ia sering keluar dari tanah terutama setelah hujan, ketika tanah basah. Mahluk ini sangat berbahaya, karena dapat membunuh seketika manusia dan hewan dalam jarak beberapa meter. "
Makhluk itu dilaporkan dapat menyemprotkan zat asam yang dapat menyebabkan kematian seketika. mahluk ini juga memiliki kemampuan untuk membunuh dari jarak jauh dengan sengatan listrik. Banyak orang Mongolia telah melaporkan melihat makhluk ini. Makhluk itu melakukan hibernasi selama hampir sepanjang tahun kecuali untuk bulan Juni dan Juli.
di yakini juga dengan menyentuh bagian mana saja dari tubuh cacing ini akan langsung mengalami kematian, yang diduga mengandung racun logam corrodes. cerita rakyat setempat juga bercerita mahluk ini suka tanaman parasit lokal seperti Goyo.Mungkinkahia sejenis belut listrik yang hidup di tanah?
Belut listrik adalah cacing panjang seperti Mongolian Death Worm dan diketahui juga bahwa belut listrik dapat menghasilkan listrik yang cukup kuat untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Belut listrik seekor belut, mereka hanya memiliki bentuk seperti belut. Walaupun namanya belut ia sama sekali bukan belut melainkan sebuah knifefish. Mereka tinggal di dasar lumpur di dalam air yang tenang dan ia harus bernapas; belut listrik naik ke permukaan setiap 10 menit atau lebih, binatang itu akan menelan udara sebelum kembali ke bawah. Hampir 80% dari oksigen yang digunakan oleh ikan diambil dengan cara ini. Ini menunjukkan bahwa kandidat yang paling mungkin untuk memiliki variasi yang hidup di darat. Namun lingkungan terutama seperti Gurun Gobi tampaknya akan terlalu keras untuk makhluk semacam itu. Namun mengingat kepercayaan penduduk lokal bahwa "cacing suka keluar dari dalam tanah umumnya setelah hujan, ketika tanah masih basah".
belut listrik yang bernama latin Electrophorus electricus ini terkenal dengan kemampuannya untuk menghasilkan arus listrik yang kuat, mencapai 500-650 volt. hal ini cukup membuat pingsan atau membunuh mangsanya.tetapi belut listrik tidak mempunyai racun yang disemprotkan.
Mungkinkah seekor ular yang meludah?Mungkin makhluk itu adalah semacam kobra meludah.Meludah kobra sangat akurat pada jarak lebih dari 10 kaki. Ketika kobra itu ingin "meludah" atau "menyemprotkan" bisanya. Cobra dapat menyemprotkan racun yang menyakitkan secara langsung ke dalam mata binatang yang berpotensial menginjaknya dari jarak yang aman.Ular yang mirip cacing berbentuk persis seperti cacing "Mongolian Death Worm". dilaporkan Beberapa ular kobra meludah tampak kemerahan dengan warna-mirip dengan laporan tentang Mongolian Death Worm.
Mungkinkah cerita-cerita tentang sengatan listrik dibuat karena kesalahan yang disebabkan oleh terkejutnya melihat makhluk itu.
kesimpulan
mungkin saja para saksi salah mengira dan salah melihat tentang cacing mongolia. tetapi mungkin sja mahlukini benar-benar ada. menurut legenda gurun gobi dahulunya bekas danau yang kemudian mengering akibat bencana, mungkin saja cacing itu adalah belut listrik yang sudah berevolusi. who knows...

orang pendek, misteri makhluk hutan

XMISTERI. -Ilustrasi Orang Bunian dan kerangka Homo Floresiensis
 misteri makhluk hutan



Masyarakat Minangkabau pasti tahu persis mengenai misteri mahluk berkaki terbalik ini. Mahluk yang sering disebut Orang Pendek ini selalu dikaitkan sebagai jelmaan sosok Dewa, namun Dewa yang ini berbeda dengan pengertian Dewa-dewa yang berada di Agama Budha dan Hindu.
Sosok ini sering menjadi perdebatan dikalangan Cryptozoologyst. Cryptozoology sendiri merupakan penyelidikan atau penelitian terhadap makhluk hidup yang belum dikenal sains. Beberapa diantaranya merupakan makhluk-makhluk yang telah menjadi legenda disuatu wilayah, ataupun “monster” misterius yang kerap dilaporkan terlihat oleh manusia yang eksistensinya masih menjadi tanda tanya besar. Istilah Cryptozoolgy pertama kali dipopulerkan oleh Bernard Heuvelmans pada akhir 1950an. Istilah ini merupakan gabungan dari 3 kata Yunani yaitu Kryptos yang berarti tersembunyi, Zoon yang berarti hewan dan Logos yang berarti Ucapan. Orang bunian sendiri masuk dalam 10 mahluk paling dicari oleh para pakar Cryptozoology versi Cryptozoology.com
Banyak dari mereka meyakini keberadaan Orang Pendek hidup dipedalaman Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat. Kemunculan Orang Pendek sering dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat sesosok mahluk pendek yang membawa tongkat runcing. Konon tongkat runcing tersebut dipercaya untuk digunakan oleh Orang Pendek pada saat mencari makan atau berburu. Banyak dari kalangan peneliti meyakini Orang Pendek sebagai sosok manusia purba dari spesies Homo Floresiensis (Manusia Flores) yang biasa dijuluki sebagai Hobbit, mahluk yang mempunyai tubuh dan otak kecil.
Baru-baru ini penemuan kerangka Hobbit dalam ukuran Manusia moderen hanya mencapai 100cm saja. Terlepas dari penemuan-penemuan dan perdebatan-perdebatan antar peneliti membuat lokasi Liang Bua (tempat penemuan fosil spesies H.Floresiensis) ditutup oleh pemerintah Indonesia lantaran perdebatan antara Indonesia dan Australia semakin meruncing, yang sama sekali membuat saya tidak tertarik lebih baik mendengarkan

keluguan cerita rakyat minangkabau tentang orang bunian ini.
Awal saya membuat tulisan ini, ada beberapa teman yang menceritakan pada saya mengenai Orang Pendek ini. Konon orang bunian senang bermain-main dipematang sawah pada saat hujan dan angin besar. misteri makhluk hutan
Sosok Orang Pendek sendiri dikabarkan mempunyai ciri yang kontras dengan manusia sekarang, terlihat pada kakinya yang terbalik. Jadi masyarakat sekitar bila ingin
mengejar/menangkap orang bunian jangan lah mengikuti arah kemana jejak kakinya melaikan arah berawanan dengan jejak kakinya. Contoh bila arah jejak kaki ke barat maka kejarlah kearah timur dengan itu anda akan menemukan jejak kaki-jejak kaki berikutnya.
Orang Pendek juga pernah menampakan diri kepada dua orang tim dari Forest Jungle, Dave Archer dan Sahar Didmus. Mereka mengaku melihat sosok kecil yang mengendap-ngendap disemak belukar sampai pada akhirnya sosok tersebut keluar dari semak belukar dan menatap Dave dan Sahar yang sedang melakukan penelusuran hutan (buka jalan). Dave dan Sahar pun menyadari bahwa mereka sedang berada dalam bahaya, dengan tongkat khas orang Bunian mereka mengejar Dave dan Sahar yang keduanya pun tanpa terkomando lari tunggang-langgang.
Sebelumnya pernah ada beberapa kesaksian penduduk setempat yang mengaku pernah melihat makhluk tersebut. Bahkan bukti berupa jejak kakinya berhasil diambil.
Pada tahun 1990 tim ahli dari Organisasi Flora dan Fauna Internasional mengadakan penelitian serius tentang sosok ini mereka sengaja datang untuk melakukan penelitian yang diberi nama “Proyek Orang Pendek”. Penelitian mereka dilakukan secara berkala dan sistematik serta melakukan ekspedisi penelusuran hutan-hutan di Sumatra, sayangnya penelitian ini bisa dikatakan gagal karena tidak menemukan objek yang didapat hanya ratusan kertas hasil pengumpulan data informasi dari penduduk sekitar.
Dari hasil pengumpulan data tersebut, para peneliti bukan menemukan jawaban melainkan menemukan kembali sebuah pertanyaan..
Apakah mereka merupakan sisa-sisa dari genus Australopithecus?

Agogwe, kurcaci dari afrika

kurcaci dari afrika
XMISTERI. -Agogwe adalah makhluk yang berbulu kecil, sering di temui Afrika Timur. Agogwe berjalan dengan dua kaki, Bulunya berwarna kemerahan. Agogwe adalah makhluk seperti manusia dan berukuran sangat kecil. Bagi orang Sumatra, sepertinya Agogwe di kenal dengan nama Orang Pendek

Pengamatan tercatat pertama dari Agogwe itu pada tahun 1900 oleh seorang pria bernama Kapten William Hitchens. Namun Hitchens tidak melaporkan penampakan sampai 1937. Dia menggambarkan makhluk ia melihat untuk menjadi seperti laki-laki, 4 kaki tinggi tetapi berpakaian rambut cokelat kemerahan. Dia diberitahu oleh seorang pemburu asli yang menyertai kepadanya bahwa apa yang mereka lihat adalah makhluk yang dikenal sebagai Agogwe dan penampakan makhluk seperti itu jarang terjadi.
Kapten Hitchens dikritik karena 'apa yang disebut' penampakan, tapi seperti anugrah keselamatan, Cuthbert Burgoyne setahun kemudian mengumumkan bahwa dia melihat makhluk yang sama ketika ia meluncur Afrika Timur Portugis. Burgoyne juga menceritakan pengalaman seorang pemburu permainan besar yang serupa dari kata penampakan makhluk.
Ada beberapa teori seputar keberadaan Agogwe. Dikatakan bahwa bipedal berambut merah ini mungkin makhluk hidup spesies dari gracile australopithecine - yang dikenal sebagai primata bipedal diketahui ilmu yang tinggal di Afrika Utara dan Timur sekitar 3 untuk 3.9 juta tahun yang lalu.
Gracile australopithecine jejak kaki yang telah ditemukan tidak menunjukkan bukti opposable jari kaki, tetapi berpendapat bahwa mungkin Agogwe diperoleh opposable tahun jari-jari kaki melalui evolusi. Satu teori lain menyatakan bahwa penampakan Agogwe mungkin dalam kenyataannya telah penampakan mungkin bertahan owa di hutan Afrika. Gibbons seperti Agogwe memiliki dahi bulat dan anjing kecil. Hal tersebut adalah penting untuk dicatat bahwa Gibbons terutama digunakan untuk penggerak lengan mereka dan bahwa mereka jarang terlihat di daratan.
Tidak ada penampakan saat ini di Agogwe. Terdokumentasi yang paling baru adalah bahwa salah satu dari Kolektor Hewan Charles Cordier pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Cordier telah mengikuti jejak Kakundakari Zimbabwe. Dia mencatat bahwa sekali Kakundakari telah menjadi terjerat dalam perangkap tetapi berhasil melarikan diri sebelum salah satu anggota timnya bisa mencapainya. Belum ada penampakan apapun kemudian daripada Cordier, tetapi itu tidak berarti bahwa Agogwe hanya kebetulan. Hanya berdiri sebagai sebuah bukti dari kepadatan dan keluasan hutan-hutan Afrika.

Ghoul monster dari arabia

XMISTERI. -Ghoul adalah monster dari mitos Arab kuno yang tinggal dalam ruang bawah tanah berapi dan ditempat-tempat dimana tidak ada mahluk hidup lainnya tinggal. Ghoul atau dalam bahasa Arab Ghul, yang namanya berarti Iblis.

Sekarang pembaca sudah mengetahui arti kata Ghoul, lalu coba jawab pertanyaan saya ini, Menurut anda apakah Ghoul itu ada?Kalau menurut pandangan saya, ghoul memang benar-benar ada, mereka adalah makhluk gaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia.
Memang Ghoul menempati ruang bawah tanah gunung berapi dan tempat yang tidak berpenghuni karena memang ruang bawah tanah gunung berapi adalah tempat yang bersuhu amat tinggi, tempat dimana makhluk gaib ini diciptakan. Iblis diciptakan dari api yang menyala. Dan seperti kita tahu, gunung berapi memang tempat yang menyala-nyala.Lalu, dengan tempat yang tidak berpenghuni memang Ghoul atau bisa kita sebut iblis hidup di tempat-tempat yang tidak berpenghuni. Mungkin iblis menyukai tempat tersebut karena pancaran aura negatifnya (menurut saya ^-^ hehe)
monster dari arabia
kira-kira seperti inilah Ghoul


Menurut monstropedia, Ghoul dapat merubah bentuknya menjadi binatang, terutama hyena. Menurut saya, memang iblis dapat menyamar menjadi bentuk hewan buas, tetapi mungkin lebih sering menjadi bentuk ular. Apabila kita memperhatikan gambaran Ghoul di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Ghoul adalah makhluk yang jahat (lihat tatapan matanya), Mahluk ini juga suka memangsa anak kecil, mencuri mayat dikuburan dan memakan mereka yang sudah mati.
Apabila kita sudah berpikir hingga sejauh itu, mungkin akan muncul sebuah pertanyaan lagi. Apakah Ghoul benar-benar nyata saat ini?



Kita hidup bersama makhluk lain di dunia ini, baik yang dapat kita lihat maupun yang tidak dapat kita lihat. Di masa sekarang ini banyak yang mengartikan ghoul sebagai demon, setan, iblis, zombie, undead creature, dan lain-lainnya.



Bisa saja Ghoul adalah zombie, atau bisa saja Ghoul adalah makhluk yang benar-benar undead...Semua terserah pandangan anda sekalian.

Misteri Manusia Serigala (Werewolf), Apa Faktor Yang Menyebabkannya?

XMISTERI. -Hai bro jumpa lagi ya, nah sekarang topik kita beralih kemakhluk jadi-jadian dan sejenisnya, bagaimana kita melihat transfigurasi seorang manusia menjadi manusia serigala/werewolf dan kenapa mereka sampai mengalaminya, apakah disengaja atau tidak, disini kita akan coba menelaahnya,  bukan begitu bro..seep, 
sekarang sebelum ada yang berubah wujud baiknya kita langsung aja ke artikelnya, okey bro. cekidot.Kisah binatang jadi-jadian yang banyak terdengar dalam budaya masyarakat kita, ternyata juga terdapat di belahan lain bumi. Bahkan ada seorang tokoh dunia terkenal disebut pula sebagai salah satu pengidapnya. Benarkah makhluk demikian ada, bagaimana pula muasal kelahirannya?
 
Walaupun kedengarannya seperti sebuah kisah dalam film Holywood, namun, kisah mengenai manusia yang dapat berubah menjadi serigala dapat ditemukan di banyak negara di dunia.
Bahkan, kisah mengenai makhluk yang biasa dikenal dengan nama Werewolf atau Lycan ini bisa ditemukan di catatan-catatan Yunani kuno.

Begitu beragamnya manusia jadi-jadian di bumi ini. Mulai dari manusia harimau atau manusia beruang di kawasan Asia, manusia hyena yang hidup di Afrika, manusia anjing di hutan coyote dan diburu di Amerika Tengah, sedangkan manusia kadal terlihat berkeliaran di Selandia baru. 

Sama halnya dengan mitos babi ngepet atau leak dalam sebagian masyarakat kita, hingga orang Barat yang memfiksikannya dalam film semisal An American Werewolf in London (1981) dan Wolf (1994) yang diperani Jack Nicholson.
Ternyata semua binatang jadi-jadian itu memiliki karakter serupa. Misalnya, perubahan di malam hari, menularkan kemampuan berubah bentuk melalui tetesan darah dalam gigitan, luka yang terjadi dalam bentuk binatang juga muncul dalam wujud manusia, atau binatang jadi-jadian yang mati untuk segera kembali berubah jadi manusia.

Benarkah Manusia Serigala Akibat Dari kutukan?

Herodotus, sejarawan Yunani dari abad V SM, mengatakan pada kurang lebih  2.400 tahun lalu, bahwa penduduk di daerah yang sekarang bernama Lithuania dan Polandia, mengaku berubah menjadi manusia serigala selama beberapa hari dalam setahun.


Masa itu manusia serigala adalah manusia dengan dorongan kuat memangsa manusia lainnya. Melalui sihir mereka berubah menjadi serigala hitam untuk memudahkan mewujudkan niatnya. Sekali berubah, menurut kepercayaan lama, akan terus menyimpan kekuatan dan kelicikan serigala.

Baru di abad 1 SM Virgil sebagai penulis Latin yang pertama kali menyebut-nyebut soal takhayul ini, kemudian diikuti oleh Propertius, Servius, dan Petronius. Petronius yang kepala urusan hiburan zaman pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68) bertutur tentang manusia serigala dalam bentuk sastra roman Satyricon. Dengan bumbu terang bulan, pekuburan, dan luka abadi setelah kembali jadi manusia, membuat roman itu sebagai bacaan hiburan.

Namun ada juga sebagian tradisi Roma dan Yunani menganggap manusia berubah jadi serigala sebagai hukuman dewa, karena ia telah mempersembahkan korban berupa manusia, seperti yang dikatakan Pliny seorang sejarawan masa itu (61 – 113).

Meski pada abad XVIII kisah tentang manusia serigala tidak lagi diterbitkan, bukan berarti orang berkurang minat terhadap manusia serigala. Justru kepercayaan itu demikian bertambah kuat, bahkan sering diterima sebagai kebenaran, bukan lagi sebuah fiksi.

Bagaimanakah Karakteristik Manusia Serigala?

Menurut legenda, pada saat bulan purnama, seorang manusia, dalam kondisi tertentu akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya akan menjadi tinggi dan kuat. Matanya bersinar terang seperti hewan pada umumnya dan alisnya yang lebat akan bertemu di tengah. Mulutnya terlihat selalu kering, seperti orang yang kehausan.

Kulitnya kasar dan ditumbuhi bulu yang lebat. Telinganya berubah menjadi lancip seperti anjing dengan gelambir yang menggantung di lehernya. Bedanya dengan serigala asli,  manusia serigala tidak memiliki ekor.

Salah satu metode untuk mengidentifikasi manusia serigala/werewolf dalam rupanya sebagai manusia adalah dengan melukai tubuhnya. Jika ia adalah manusia serigala, maka di bagian tubuh yang terluka akan terlihat adanya bulu seperti serigala.

Cara lainnya, menurut legenda Rusia, seorang manusia serigala/werewolf dapat dikenali dengan adanya bulu di bawah lidahnya.

Walaupun dalam film-film Holywood disebutkan kalau manusia serigala/werewolf bisa dibunuh dengan peluru perak, karakteristik ini tidak bisa ditemukan di dalam legenda.

Bagaimana cara berubah menjadi Manusia Serigala/Werewolf
  
Di Italia, Perancis dan Jerman, disebutkan kalau seseorang dapat berubah menjadi manusia serigala/werewolf dengan cara tidur di luar rumah pada saat bulan purnama musim semi yang jatuh pada hari rabu atau jumat tertentu.


Lalu, ada juga yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi manusia serigala/werewolf karena digigit oleh werewolf lain. Ini membuatnya menjadi sama seperti legenda Vampire. Ada lagi yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi manusia serigala/werewolf karena dikutuk.

Tetapi, kebanyakan legenda percaya kalau transfigurasi seorang manusia menjadi werewolf terutama diakibatkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas satanic atau sihir.

Pandangan ini meluas pada abad pertengahan di Eropa yang diiringi dengan perburuan manusia serigala/werewolf, vampire dan penyihir. Di Perancis sendiri, antara tahun 1520 hingga tahun 1630, ada sekitar 30.000 orang yang ditangkap karena dianggap sebagai manusia serigala/werewolf. Kebanyakan dari tersangka ini kemudian menjalani penyiksaan dan interogasi yang keji hingga tewas.

Walaupun sering dianggap sebagai aktifitas satanic, ada sebuah kisah yang cukup membingungkan.

Pada tahun 1692, seorang pria berusia 80 tahun yang bernama Thiess dari Livonia memberikan kesaksian di bawah sumpah kalau ia dan beberapa teman lainnya adalah werewolf yang disebutnya sebagai "Anjing pemburu Tuhan".
Ia mengklaim kalau mereka adalah perajurit yang diutus Tuhan untuk memburu para penyembah setan dan para penyihir. Thiess juga mengatakan kalau kelompok werewolf seperti dia juga terdapat di Rusia dan Jerman.
Kesaksian Thiess dianggap sebagai penghujatan terhadap Tuhan dan ia dihukum 10 kali cambukan karenanya

Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala. 

Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala.
Kedua, orang yang dengan sukarela jadi manusia serigala dengan alasan dan tujuan jahat.
Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu.


Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah wujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu.
Ada juga yang tidak berubah wujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar untuk menakut-nakuti musuh.

Penjelasan Alternatif Tentang Manusia Serigala

Sepertinya sulit mengabaikan keberadaan makhluk ini. Jika manusia serigala hanyalah sebuah cerita rakyat, dongeng atau rekaan Holywood, mengapa kisah penampakan makhluk ini bisa tersebar ke seluruh dunia sejak ribuan tahun yang lalu?

Dan jika kisah werewolf baru muncul beberapa puluh tahun belakangan, mungkin kita bisa berargumen kalau televisi dan media yang telah menyebarkannya. Tetapi, sepertinya setiap wilayah di dunia, punya kisah manusia serigala/werewolfnya masing-masing.

Jadi, apakah makhluk yang disebut manusia serigala/werewolf benar-benar ada?
Sebelum masuk ke situ, mungkin ada baiknya kita melihat beberapa teori alternatif yang berusaha menjelaskan mengenai makhluk ini.

Teori alternatif ini dibuat berdasarkan premis kalau tidak ada manusia yang bisa berubah menjadi serigala. Yang ada adalah salah interpretasi atau cerita hiperbolik yang diceritakan secara turun-temurun.
Ini adalah beberapa diantaranya:

Kanibalisme Manusia Berjubah kulit serigala

Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.


Sejauh menyangkut perilaku kanibalisme, penyelidikan menunjukkan kebenaran pengakuannya. Namun dari sudut kedokteran, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy. Kelainan jiwa ini menyebabkannya berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan. Namun karena menilik usianya yang masih belia, Grenier cuma dihukum kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux.

Perubahan Grenier dengan menyamar di bawah kulit serigala serupa dengan cara transformasi manusia beruang di Skandinavia yang menggunakan kulit beruang. Selain kulit binatang, konon ada alat lain, yaitu korset. Ada yang terbuat dari kulit asli binatang, ada yang dari kulit manusia yang dihukum gantung. Dua alat itu banyak dipakai di Prancis, Jerman, Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Timur. “Benda sakti” lainnya adalah salep khusus berisi ramuan dari kelompok tanaman“solanaceae” yang membangkitkan halusinasi.

Selain itu ada lagi alat dan cara untuk bertransformasi yang berupa jimat, ramuan, dan mantera pemujaan pada iblis. Khusus pemakaian jimat, justru orang di sekitar si pemakai yang terpengaruh seakan-akan melihat manusia serigala, padahal si pelaku tidak berubah. Di luar saat bulan purnama, perubahan sering terjadi spontan dan lepas dari kendali pelakunya.

Penampilan si pelaku yang menakutkan, tindak kejahatannya yang mengerikan, dan terutama karena kengerian terhadap kekuatan setan, membuat manusia serigala jadi obyek yang harus diburu dan dimusnahkan. Penghukuman terhadap mereka terjadi di hampir sepanjang sejarah di Eropa. Malah pelaku kejahatan apa pun dengan mudahnya dapat dijuluki manusia serigala.

Pembunuhan massal sering disebut akibat kejahatan manusia serigala. Seperti yang menimpa Peter Stubbe di tahun 1590 (ada yang menyebut Peter Stump di tahun 1589) dari Bedburg, dekat Cologne. Ia dituduh sebagai serigala yang kanibal setidaknya pada dua pria, dua wanita hamil, dan tiga belas kanak-kanak, dan inses dengan adik perempuannya.

Hukuman yang diterimanya luar biasa. Setelah dicabik-cabik dengan penjepit, dilindas roda, dipancung, akhirnya tubuh tanpa kepala itu dibakar. Hukuman bakar hidup-hidup ternyata juga diberlakukan untuk gundik dan anak perempuannya.

Di Prancis dan Jerman, manusia serigala biasanya memang dibakar atau digantung. Seperti yang terjadi terhadap lebih dari 200 laki-laki dan perempuan Pirenea (antara Prancis dan Spanyol) di seputar abad XVI, karena diduga manusia serigala/werewolf.

Menurut Elton B. McNeil dalam The Psychoses (1970), demam berburu manusia serigala bisa disamakan dengan perburuan terhadap penyihir. Secara kejiwaan mereka yakin, orang akan diberkati bila ia mampu menangkap pelayan atau sekutu iblis.
Tak heran, saat itu di Prancis banyak ditemukan manusia serigala kagetan. Dalam satu periode – antara 1520 – 1630 – di Prancis tercatat 30.000 kasus manusia serigala.

Ada beberapa patokan untuk menentukan apakah seekor serigala jadi-jadian atau tidak. Konon, manusia serigala akan mempertahankan suara dan mata manusianya. Sedangkan menurut suku Indian, yang berubah jadi serigala hanya bagian kepala, tangan, dan kaki.

Dalam ujud manusia, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dengan manusia biasa. Dua ujung alisnya saling bertemu di tengah, jari-jari tangannya yang panjang agak kemerahan, dengan jari tengah yang sangat panjang. Selain telinganya agak ke bawah dan sedikit ke belakang, tangan dan kakinya cenderung berbulu lebat.


Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini.

Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak.

Manusia Serigala Hanyalah halusinasi?

Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur “Claviceps purpurea” pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD.

Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala.

Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, namun rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan yang tidak kalah unik mereka mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau.

Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Akibat borok pada luka lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar.


Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala.

Roh jahat dalam perjalanan astral yang merasuki Manusia Serigala

Pemahaman terhadap manusia serigala memasuki era baru menyusul keputusan terhadap Jean Grenier. Hakim-hakim di masa itu tidak mungkin lagi mengabaikan “koor” pendapat para dokter, yang yakin manusia serigala sebenarnya adalah penderita berbagai jenis dan tingkatan gangguan jiwa. Meski dokter Alfonso Ponce de Santa dari Spanyol masih menyebutnya sebagai gejala kemurungan jiwa akibat cairan tertentu yang dihasilkan empedu, yang diduganya telah menyerang otak.

Maka untuk memudahkan dibedakanlah antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan (lycanthrope).
Lycanthropy berakar dari kata Yunani lycos artinya serigala dan anthropos atau manusia. Meski ada yang menyebut secara berbeda. Robert Burton dalam buku pengobatan klasik The Anatomy of Melancholy (1621) misalnya, menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala.


Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk. Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu di berbagai tempat – bahkan di negara beradab. Selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster. Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala.

Mengenai penampilannya yang tetap manusia, pada abad XV – XVI penderita lycanthrope berkilah, bahwa bulu-bulu mereka tumbuh di bawah kulit. Seperti yang terjadi di Padua, Spanyol, tahun 1541, ketika seorang petani dengan keji membunuh dan mengoyak-ngoyak tubuh beberapa orang korbannya. Saat tertangkap, ia mengaku sebagai serigala meski secara fisik tidak berujud binatang. Itu tak lain karena bulu-bulunya tersembunyi di bawah, bukan di atas, kulit. Untuk membuktikan ucapannya, penduduk segera memotong lengan dan kakinya. Alhasil, kekecewaan yang didapat, karena yang ada cuma darah, otot, dan tulang biasa.

Malah dalam buku klasik tentang sadisme, masokisme, dan lycanthropy Man into Wolf, antropolog Inggris Dr. Robert Eisler menyebut kemungkinan Adolf Hitler sebagai penderita lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana sang Fuhrer memiliki kebiasaan menggigit karpet saat mengamuk.

Sedangkan manusia serigala/werewolf adalah orang yang dengan kekuatan sihir atau mantera khusus dipercaya mampu mengubah diri menjadi serigala. Ia benar-benar serupa serigala baik keganasan, kekuatan, kelicikan, dan kecepatan larinya. Ia bisa bertahan dalam kondisi itu selama beberapa jam saja atau bahkan permanen.

Pendapat yang menguatkan keberadaan manusia serigala didukung oleh spiritualis Rose Gladden dengan dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada orang yang pada dasarnya jahat, suka dengan hal-hal yang mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat yang banyak berkeliaran bebas di udara akan menangkap, mengubahnya menjadi serigala atau binatang lainnya, dan memanfaatkannya untuk tujuan keji.”
Mungkinkah Faktor Penyebab Utama Karena Dorongan bebas nilai?
 
Lain lagi pendapat paranormal terkemuka Prancis pada abad XIX Eliphas Levi, bahwa proses transformasi itu adalah suatu manifestasi simpati manusia terhadap naluri kebinatangannya. Menurutnya, manusia serigala tidak lebih dari tubuh nonfisik dan naluri ganas berbentuk serigala.

Senada dengan itu, John Godwin, penulis Unsolved: The World of the Unknown, lebih menyoroti dorongan dalam diri manusia. Jujur saja, sebenarnya manusia memiliki sifat buruk serupa serigala yang selama ini ditekan untuk tidak muncul. “Dengan berubah, mereka bebas dari wujud fisik manusianya yang mengalangi mewujudkan dorongan dan keinginan kuat tanpa perlu merasa bersalah atau takut. Dalam wujud binatang, tidak ada lagi tabu yang harus dijaga. Karena binatang memang tidak mengenal tabu.”


Sedangkan James VI dari Skotlandia dalam Daemonologie (1597), melihat penyebabnya adalah segunung masalah yang dihadapi manusia mulai dari bencana alam dan cuaca buruk, gagal panen, serangan hama, dan kejahatan yang meningkat. Semua itu perlu seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Gampangnya, serigala dijadikan kambing hitam. Selain itu adalah ketidaksiapan penduduk untuk melepaskan kepercayaan atas makhluk sejenis itu membuat manusia serigala terus eksis dalam waktu lama.

Richard Carrington, penulis Mermaids and Mastodon menyamakan alasan di balik kepercayaan akan manusia serigala dengan kepercayaan primitif, bahwa monster sebenarnya bentuk yang diciptakan manusia sendiri, untuk mengkompensasikan posisinya sendiri yang demikian kecil di alam semesta.

Saat peradaban makin maju, mitos binatang menakutkan pun lenyap. Contohnya, suku Indian Sioux di Dakota Utara, AS, yang dulu percaya akan adanya binatang pemangsa manusia. Tapi, keturunannya di abad ini melupakan mitos itu. Menurut mereka, takhayul itu lahir akibat rasa takut terhadap mastodon yang berkeliaran di dataran Dakota.


Jadi apakah makhluk ini berasal dari aktivitas sihir?

Ataukah makhluk ini seekor cryptid yang belum dikenal?

Namun, pertanyaan terpentingnya adalah, apakah manusia bisa berubah menjadi hewan?

Jika semua teori di atas tidak bisa menjelaskannya, maka saya rasa, jawaban paling "masuk akal" adalah: Manusia Serigala/Werewolf memang ada dan ya, manusia bisa mengalami transfigurasi menjadi hewan dengan melakukan sihir tertentu.

Tapi, jika kalian tidak mempercayai adanya sihir yang bisa menyebabkan seorang manusia mengalami transfigurasi menjadi hewan, maka saya tidak punya teori lagi untuk dikemukakan.

Karena itu pendapat mengenai manusia serigala/werewolf hanya takhayul belum mencapai kata putus. Jika benar itu sekadar ciptaan manusia, mengapa kisah itu bertahan sekian lama? Apa pula yang membuat sejarawan/ilmuwan demikian getol berkutat memecahkannya?

Bagaimana bro, kalian percaya dengan keberadaan Manusia Serigala atau Werewolf?