aku
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK. Tampilkan semua postingan

raksasa cardiff

raksasa cardiff
XMISTERI. -Suatu hari pada 15 Oktober 1869, kegemparan membuncah di selatan kota Syracuse dekat Cardiff, New York. Dua pekerja lepas yang sedang menggali sumur di lahan pertanian milik William G Newell, menemukan manusia raksasa yang sudah membatu.

Segera kegemparan melanda Amerika Serikat dan menyebar ke penjuru dunia. Penemuan itu terjadi secara tak sengaja, saat beliung Gideon Emmons dan Henry Nichols, menyentuh benda keras di kedalaman 1 meter lebih di bawah tanah. Terkejut akan temuan tersebut, kedua pekerja itu kemudian mengangkat batu berbentuk manusia berukuran raksasa yang tertidur dengan senyum tipis di bibirnya. Mereka melakukan pengukuran dan diketahui panjang tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki kira-kira 10 kaki 4 inci (atau kira-kira 3 meter).
Tiga hari setelah penemuan tersebut, sebuah suratkabar terbitan Syracuse menurunkan berita headline berjudul “A Wonderful Discovery” (Sebuah Penemuan Menakjubkan). Pers menjulukinya sebagai Raksasa Cardiff (Cardiff Giant). Orang-orang yang penasaran pun berbondong-bondong menuju pertanian Nowell, ingin menyaksikan rupa manusia raksasa yang sudah membatu itu. Bukan hanya dari wilayah Cardiff dan Syracuse, tapi dari seantero New York dan negara bagian lainnya.
Berbagai “teori”, dugaan, serta pendapat umum sampai legenda dan mitos pun mengalir mengenai raksasa yang membatu itu. Salah seorang pekerja yang menggali fosil tersebut menduga bahwa ini adalah jasad raksasa dari kaum suku Indian yang pernah mendiami wilayah New York di masa lalu. Dugaan lain adalah kaum raksasa yang pernah mendiami lembah-lembah, gua dan dunia bawah tanah di daratan Amerika ribuan tahun lalu. Ada lagi yang menghubungkannya dengan mitologi manusia raksasa pemangsa manusia yang disebut ogre. Bahkan yang lebih berani mengajukan teori itu merupakan fosil ras raksasa yang pernah tercantum dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama!raksasa cardiff
Walaupun begitu tak sedikit pula yang mengecam bahwa raksasa yang membatu itu adalah sebuah tipuan… sebab mustahil adanya manusia utuh bisa menjadi fosil yang membatu.
Kehebohan itu akhirnya memancing rasa penasaran para ilmuwan. Berdasarkan pengamatan singkat Dr John F Boynton mengajukan teori spekulasi yang menyatakan manusia raksasa yang membatu itu adalah karya pahat dan ukir misionaris yang datang ke daratan Amerika sekitar abad ke-17 untuk mengesankan penduduk Indian lokal, demi kepentingan syiar.
Sementara ahli geologi James Hall memprediksikan bahwa raksasa membatu itu bukanlah fosil, melainkan sebuah patung kuno.
Pendapat ahli lain justru menyatakan keaslian fosil itu sebagai manusia raksasa yang membatu. Mereka yakin berdasarkan temuan semacam pori-pori di bagian luar lapisan batu itu, pori-pori yang mirip dengan pori-pori manusia.
Spekulasi dan kontroversi pun semakin marak… benarkah itu fosil manusia raksasa yang membatu atau patung batu kuno, atau hanya sebuah tipuan?


Menguak Kebenaran
Spekulasi dan kontroversi terhadap patung batu itu justru mengundang lebih banyak pengunjung yang ingin menyaksikan “keajaiban” tersebut dari dekat. William G Newell selaku pemilik pertanian tempat ditemukannya batu itu pun memutar otak.

Dua hari setelah penemuan itu, ia kemudian memasang tenda pelindung dan mengutip retribusi bagi pengunjung senilai 50 sen per kepala. Dari retribusi ini ia memetik hasil yang lumayan. Apalagi jumlah pengunjung memang membeludak dari hari ke hari. Jika hari biasa ratusan orang memenuhi lokasi tersebut, sementara pada hari Minggu bisa mencapai dua ribuan pengunjung.
Karena animo masyarakat yang tinggi Newell kemudian menjual hak penemuan itu senilai 75% kepada sindikat lima pedagang yang diketuai David Hannum. Dari situ ia memperoleh keuntungan bersih 37.500 dolar.
Lantas pada 5 November 1869 David Hannum dan rekan memindahkan manusia batu itu ke Kota Syracuse untuk dipamerkan. Rencananya dari Syracause mereka akan menggelar pameran keliling New York dan AS.
Namun kemudian kecurigaan berlandaskan motif ekonomi mulai muncul. Suratkabar Pioneer yang pertamakali mengecam dan mengungkapkan bahwa Raksasa Cardiff itu hanyalah sebuah kebohongan besar. Mereka menyebutkan bahwa manusia batu itu merupakan karya pemahat Kanada (pernyataan yang ternyata salah) yang dibuat setahun lalu.
Pemberitaan suratkabar itu mendorong penelitian lebih lanjut dari ahli. Seorang paleontolog dari Universitas Yale Othniel C Marsh menyatakan bahwa manusia batu itu memang sebuah kebohongan terang-terangan. Sejumlah tanda bahwa itu merupakan patung buatan yang masih baru bisa dibuktikan secara ilmiah.
Pendapatnya ini didukung oleh sejumlah ahli lainnya. Bahkan ada ahli yang menyatakan bahan dasar manusia batu raksasa itu adalah gipsum dan mereka bisa menemukan banyak bekas pahatan di sekujur tubuh “fosil” itu.
Beberapa waktu kemudian tabir itu pun mulai terkuak. Ada bukti transaksi sebelum penemuan manusia batu itu, bahwa Newell pernah mengirimkan sejumlah besar uang kepada George Hull (abang sepupunya) dalam sebuah proyek yang berhubungan dengan arca.
Lantas penduduk di sekitar lokasi pertanian Newell teringat bahwa George Hull, seorang pemilik pabrik cerutu, pada November 1868 pernah mengirimkan peti besi besar “rahasia” ke pertanian Newell dan melakukan penggalian dan penimbunan di kawasan itu. Penyelidikan lainnya membuktikan bahwa George Hull pernah membeli bongkahan gipsum dari pertambangan kawasan Fort Dodge, Iowa. Ia kemudian mengirimkan bongkahan gips itu ke Chicago lalu menyewa seorang ahli pahat Jerman untuk membuat sebuah patung raksasa yang terinspirasi dari Kitab Kejadian.
Setelah patung raksasa tidur itu selesai, Hull kemudian menyiramnya dengan sejumlah bahan kimia agar patung itu terlihat kuno dan tampak telah melalui masa perubahan waktu yang lama. Ia juga membuat detail lubang menyerupai pori-pori dengan menggunakan jarum baja. Total pembuatan patung itu menelan biaya 2.600 dolar AS.
Patung itu kemudian dikirimkan secara diam-diam dalam kotak kargo ke kawasan pertanian Newell. Berdua mereka telah merencanakan hal itu untuk sensasi dan mendulang keuntungan.
Lantas seluruh bukti ini pun diajukan ke publik, dan pada Desember 1869, George Hull yang dicecar bukti tak terbantah pun mengakui bahwa itu merupakan patung buatan hasil rekayasanya setahun lalu. Mereka membiarkan patung itu terkubur selama setahun sebelum memulai penggalian kembali agar bisa meyakinkan orang… Kebenaran pun terkuak sudah, bahwa patung itu hanya sebuah kebohongan belaka.
Monumen KebohonganWalaupun George Hull sudah mengakui bahwa itu hanya patung rekayasa yang baru berumur setahun lebih, animo publik untuk menyaksikannya semakin meningkat. Pengakuan Hull agaknya telah menjadi promosi yang memancing rasa
ingin tahu publik.Motif ekonomi yang kental dalam rekayasa patung itu ternyata tetap mendatangkan fulus. PT Barnum sebagai sebuah perusahaan spesialis pameran barang antik bahkan berani menawar patung tersebut senilai 60.000 dolar AS untuk sewa selama tiga bulan dan kemungkinan akan membelinya. Namun, patung yang sudah dikuasai sindikat pedagang David Hannum menolak tawaran itu dengan maksud ingin mengelola pemeran sendiri.
Barnum kemudian membuat replikanya dari kayu dengan perbandingan 1:1 dan memamerkannya. Di bawah kelola Barnum, barang replika ini pun memancing minat publik dan menyedot banyak pengunjung. Sementara patung itu pun mulai berkeliling AS dalam rangkaian pamerannya.
Pada Februari 1870, patung Raksasa Cardiff itu dikirim ke Boston. Di kota ini, pengunjung masih banyak. Tetapi dalam rangkaian pameran pada bulan dan tahun berikutnya, pengunjung sudah kehilangan minat dan pameran itu pun merugi.
Sampai di sini berakhirnya masa kejayaan patung Raksasa Cardiff dan ia pun digudangkan selama 30 tahun. Setelah masa itu lewat ia sesekali dikeluarkan untuk dipamerkan pada expo dan karnaval. Kali ini pengunjung sudah tidak membeludak karena patung tersebut dipandang sebagai bukti rekayasa terbesar yang pernah dibuat. Ia menjadi semacam monumen kebohongan yang tetap dikenang.
Setelah berpindah pemilik beberapa kali, pada 1947 patung batu Raksasa Cardiff itu dibeli Museum Pertanian Cooperstown, New York. Patung ini kemudian ditempatkan dalam ruang diorama spesial lokasi pertanian Cardiff. Menjadi benda pamer di museum tersebut hinga kini, menjadi peringatan akan sebuah penipuan.
Sementara replika (duplikatnya) yang dibuat PT Barnum kini ditempatkan di Marvin’s Marvelous Mechanical Museum, sebuah museum alat permainan yang dioperasikan koin, di Farmington Hills, Michigan

dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala

dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala
XMISTERI. -Diantara sekian banyak legenda yang berkenaan mengenai malaikat kematian, Dullahan kiranya salah satu yang paling mengerikan. Disinyalir berasal dari legenda Irlandia, makhluk ini memiliki penampakan yang dapat membuat bulu kuduk siapapun berdiri seketika. Hampir seluruh catatan sejarah maupun mitos mengenai Dullahan menyebutkan bahwa makhluk dari lain tersebut tidak memiliki kepala di tempat yang seharusnya. Jadi kepala sang dewa kematian tersebut selalu dibawa di tangannya, tidak menempel di leher!!

Konon tujuannya adalah agar tangan dapat mengangkat kepala tinggi-tinggi sehingga Dullahan bisa melihat lebih jauh daerah sekitarnya. Wajah Dullahan digambarkan putih pucat, dengan mulut sobek lebar dari satu telinga ke telinga lainnya. Matanya yang kecil bewarna hitam dan menatap dengan sangat tajam; saking tajamnya sampai-sampai siapapun yang melihatnya akan terpaku seketika. Kepala Dullahan juga diliputi aura kehijauan. Aura tersebut membantu Dullahan untuk melihat keadaan sekeliling, jadi kepalanya juga berfungsi sebagai lentera penerang.
Ciri khas Dullahan lainnya adalah cambuk yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi, dimana cambuk tersebut konon dibuat dari sulaman tubuh manusia yang sudah meninggal. Penggambaran perawakan Dullahan dari leher ke bawah, memiliki variasi yang lebih beragam. Namun pada umumnya ia memiliki tubuh yang tinggi dengan balutan jubah bewarna hitam. Sebagian kalangan menyebutkanbahwa Dullahan menunggangi seekor kuda hitam, tetapi ada yang menyebutkan bahwa kereta suram yang ditarik oleh 6 ekor kuda hitam merupakan kendaraan Dullahan. Kereta tersebut pun dihiasi dengan objek-objek berbau kematian, dimana hiasan yang paling populer dalam legenda Dullahan adalah tengkorak-tengkorak yang digunakan sebagai alas lilin!! Yang pasti Dullahan selalu muncul dengan aura kegelapan.
Asal-muasal Dullahan diwarnai dengan mitos yang beragam. Salah satunya mengisahkan bahwa makhluk ini merupakan penjelmaan dari salah satu Dewa Kesuburan Celtic bernama Crom Dubh. Dewa tersebut dipuja habis-habisan oleh para raja kuno, terutama Tighermas yang merupakan salah seorang raja terkenal di Irlandia. Setiap tahun Tighermas mengurbankan nyawa-nyawa manusia untuk menyenangkan Crom Dubh. Tapi tradisi pengurbanan manusia ini terhapus pada abad ke-6 setelah masehi, ketika agama Kristen masuk ke Irlandia, dimana kepercayaan para Kristiani akhirnya menghapus kebiasaan kurban manusia yang dianggap sangat tidak berprikemanusiaan. Meski tradisinya dilupakan namun tidak demikian dengan nama besar dan sepak terjang Crom Dubh terus mendatangi manusia untuk mengambil nyawa mereka.
Alasan mengapa Dullahan begitu ditakuti adalah karena penampakan Dullahan biasanya menandakan kematian. Tidak seperti Banshee yang memberikan peringatan terlebih dahulu, makhluk ini bekerja cepat dimana hanya dengan dipanggil namanya saja maka nama orang tersebut akan dicabut. Konon Dullahan sangat senang berkeliaran di tengan festival atau perayaan, khususnya pada perayaan penghormatan Crom Dubh selaku Dewa Kesuburan. Festival tersebut, yang dirayakan oleh rakyat Irlandia, diadakan pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Setelah menemukan targetnya maka Dullahan akan bergerak setelah festival berakhir, tepatnya ketika si target sendirian. Versi lain menyebutkan bahwa jika Dullahan berhenti di depan seorang manusia yang masih hidup makan orang tersebut akan segera meninggal.
dullahan, legenda penunggang kuda tanpa kepala
Hal lain yang membuat Dullahan menjadi malaikat kematian yang sangat disegani adalah sifatnya yang sangat individualis. Ia sangat tidak suka dipergoki ketika melancarkan aksinya, dan siapapun yang secara sengaja maupun tidak sengaja melihat sosoknya maka orang itu akan disirami darah. Jika terkena, kemungkinan besar orang tersebut adalah target Dullahan selanjutnya!! Namun selain menyiramkan darah, Dullahan akan mencambuk mata orang yang melihatnya sampai buta. Kelebihan lain dari sosok pencabut nyawa ini adalah kemampuannya dalam menerobos hambatan apapun, entah itu gerbang besi dengan kunci-kunci baja sampai persembunyian paling apik sekalipun. Jadi percuma saja bersembunyi atau mempertahankan diri jika Dullahan sudah mengincar nyawa seseorang.Diantara segala kengerian mengenai kekuatan Dullahan, sang pencabut nyawa ternyata mempunyai satu kelemahan. Entah mengapa, Dullahan tidak suka dengan emas murni. Bahkan satu koin kecil namun terbuat dari emas murni kabarnya sudah mampu membuat sosok ini tidak mampu mendekat. Oleh karena itu, dalam festival perayaan Crom Dubh biasanya orang-orang Irlandia yang merayakan selalu mengantongi (minimalnya) satu koin emas supaya terhindar dari kejaran Dullahan.

mumi-mumi berwujud iblis

mumi-mumi berwujud iblis
XMISTERI. -Melihat mumi-mumi ini bulu kuduk terasa merinding. Mumi-mumi ini bentuknya tidak seperti mumi yang pernah kita lihat. Bentuknya menyeramkan, seperti wujud setan dalam bentuknya yg paling mengerikan. Mumi-mumi ini kini disimpan di sejumlah museum dan kuil buddha di Jepang.


Salah satu yang paling mengerikan adalah wujud menyeramkan dari mumi berwajah tiga. Orang menyebutnya'demon mummies' atau mumi setan saking seramnya.Mumi setan ini kini disimpan di kuil Zengyōji, tempat sembayang umat Buddha. Letaknya di kota Kanazawa, Jepang.
Macam-macam sebutan untuk mumi bermata tiga ini, wujud iblis, mermaids, kappa, tengu, raiju, dll.
Konon, mumi setan itu memang sengaja disimpan di kuil yang sejatinya tempat suci agar tidak gentayangan di luar dan mengganggu manusia.
Legenda yang hidup dimasyarakat menyebutkan, mumi kepala iblis ini ditemukan pada awal abad ke-18 di gudang kuil. Temuan ini membuat geger para pendeta juga masyarakat. Keberadaannya sangat misterius. Tidak ada yang tahu dari mana kepala iblis itu berasal, dan bagaimana bisa berada di sana.
Mumi kepala iblis ini memiliki dua kepala saling tumpang tindih pada bagian wajah, satu lagi berada di belakang (yang menyerupai sebuah Kappa). Pengelola kuil memajang kepala iblis ini setiap musim semi setiap tahun.
Mumi iblis lainnya juga ditemukan di kuil Daijōin yang terletak di kota Usa (Prefektur Oita). Konon mumi ini merupakan pusaka keluarga, namun musibah terus menerus menimpa keluarga ini yang diduga karena mereka menyimpan mumi iblis ini. Akhirnya mumi yg merupakan pusaka keluarga ini, diserahkan ke kuil Daijoin tahun 1925.
Konon pula, sebelum sampai ke kuil Daijoin, mumi ini telah berkali-kali ganti kepemilikan. Tapi malapetaka selalu menimpa pemilik dan keluarganya, itu sebabnya akhirnya pemilik terakhir menyerahkannya ke kuil.
Rupanya kutukan telah menyertai mumi ini. Siapapun yg memilikinya/menyimpannya akan terkena bencana. Kini mumi itu 'dijaga ketat' di kuil dan hanya diperlihatkan pada masyarakat pada waktu waktu tertentu saja.
Selain dua mumi iblis itu, ternyata masih banyak mumi berwujud iblis yang telah ditemukan. Sebagian disimpan di museum, sebagian lagi disimpan di kuil-kuil. Silahkan lihat gambar-gambar ini...wuuuhhh serem kan.mumi-mumi berwujud iblis
mumi-mumi berwujud iblis
mumi-mumi berwujud iblis
Mumi iblis penuh kutukan. Dikatakan demikian karena mumi yg sebelumnya adalah benda pusaka keluarga ini ternyata mendatangkan bencana pada siapa saja yang menyimpannya. Kini mumi berada di kuil Daijōin, kota Usa (Oita prefecture)

manusia keturunan aztec terakhir yang pernah masuk rekor dunia

XMISTERI. -Schlitzie (atau ada yg menyebut "Schlitze" atau "Shlitze"wink. Lahir di New York , 10 September 1901, byk yang berpendapat ia mungkin lahir dengan nama Simon Metz, namun secara hukum namanya adalah Schlitze Surtees. Seorang pemain sideshow Amerika dan sesekali menjadi aktor dalam film yang terkenal untuk perannya dalam film Tod Browning's Freaks (1932) dan kariernya hidup nya didunia sirkus "Ringling Bros. and Barnum & Bailey Circus" sebagai daya tarik tontonan utama. Ia diasuh, dibesarkan, dan dirawat oleh seseorang yang bernama Surtees.
Schlitzie

Selain itu, beberapa sumber menyatakan bahwa ia lahir di Santa Fe, New Mexico. Klaim bahwa ia lahir di Yucatán, Meksiko, mungkin merujuk kepada tafsiran keliru dan aneh dimana Schlitzie sebagai "The Last dari Aztec". Namun identitas lahir Schlitzie mungkin tidak pernah diketahui, informasi yang telah hilang karena ia diserahkan ke berbagai karnaval disepanjang karier dan hidupnya.
Riwayat HidupSchlitzie dilahirkan dengan mikrosefali, gangguan neurodevelopmental yang membuatnya lahir dengan otak dan tengkorak yang luar biasa kecil , dan bertubuh kecil (dia berdiri sekitar empat kaki tinggi (122cm), serta keterbelakangan mental yang berat. Dikatakan Schlitzie hanya memiliki kesadaran anak umur tiga tahun, ia tidak mampu sepenuhnya merawat untuk dirinya sendiri dan ia hanya bisa berbicara dalam kata-kata bersuku kata satu dan membentuk sebuah kalimat sederhana. Namun, ia masih mampu melakukan tugas sederhana dan diyakini mengerti sebagian besar dari apa yang dikatakan kepadanya, karena ia memiliki waktu reaksi yang sangat cepat dan kemampuan untuk meniru. Mereka yang tahu Schlitzie menggambarkan dia sebagai anak yang bersemangat, riang, ramah ,suka menari, menyanyi dan menjadi pusat perhatian.
manusia keturunan aztec terakhir
Ia berjalan dengan membungkuk yang membuat tangannya tampak terlalu panjang. Juga ketika berjalan terlihat kelonggaran dalam sendi dan lututnya sedikit bengkok. Dia mungkin rabun jauh dan seperti orang pada umumya semakin memburuk seiring bertambahnya usia.
Schlitzie pasti telah dibesarkan dalam masa kanak-kanak oleh orang yang mencintainya. Ini pasti sulit untuk membesarkan dan merawat seseorang dengan microcephaly bukan hanya karena tingkat kecerdasannya yang lebih rendah dari rata-rata tetapi juga karena rentang perhatian mereka yang terbatas dan distractibility tinggi. Seseorang dengan banyak cinta dan kesabaran dilatih melalui pengulangan secara terus-menerus untuk membentuk kebiasaan serta perilaku yang baik dan untuk melakukan tugas-tugas sederhana seperti mencuci, berpakaian dan makan sendiri.

manusia keturunan aztec terakhir
KarirDi dalam sirkus, microcephalics biasanya di beri sebutan sebagai "pinheads" atau "missing links", dan Schlitzie sebagai "The Last from Aztec". Schlitzie sering mengenakan pakaian muumuu dan memerankan sebagai perempuan berkelamin dua atau untuk penampilan mistik yang aneh. Mereka mengenalnya "he" and "she".
Hospitalisasi dan tahun-tahun terakhirDi bawah perawatan Surtees, Schlitzie terus melaksanakan rangkaian tontonan sampai kematian Surtees 'di awal 1960-an, dikarenakan putri Surtees', tidak menjalankan bisnis pertunjukan, ia merujuk Schlitzie ke rumah sakit daerah Los Angeles.
Schlitzie tetap dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu sampai ia dikenalkan oleh seorang pemain "sword swallower" Bill Unks, yang kebetulan bekerja di rumah sakit selama off-season. Menurut Unks, Schlitzie tampaknya ketinggalan karnaval mahal, dan jauh dari mata publik dimana telah membuatnya sangat sedih dan tertekan. Rumah Sakit menyatakan bahwa perawatan terbaik untuk Schlitzie adalah dengan menjadikan Schlitzie anggota Unks, showman Sam Kortes, dan kembali ke sideshow.manusia keturunan aztec terakhir
Schlitzie menghabiskan waktu di hari terakhirnya dengan mengunjungi MacArthur Park, memberi makan merpati dan bebek ditemani pengasuhnya dan melakukan berbagai performance untuk orang-orang yang lewat.
Pada tanggal 24 September 1971, pada usia 70, Schlitzie meninggal karena radang paru-paru di Fountain View Convalescent Home. Surat kematiannya serta nama resmi terdaftar sebagai "Shlitze Surtees" dan tanggal lahir pada 1901. Dia dimakamkan di sebuah makam tak bernisan di Queen of Heaven Cemetery di Rowland Heights. hingga pada Agustus 2008, ketika anggota situs www.findadeath.com mengumpulkan dana mencapai $ 400 untuk membelikan batu nisan yang tepat, yang menampilkan namanya sebagai "Schlitze Surtees" dan tanggal lahir September 10, 1901.

makhluk setengah hewan setengah tumbuhan

XMISTERI. -
makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan. Para ilmuwan memperkirakan siput cerdik ini mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen curian itu mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

“hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa,” kata sydney pierce, pakar biologi dari universitas south florida di tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik ini, yang telah resmi dinamakan elysia chlorotica, selama 20 tahun.





makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 januari 2010, pada pertemuan tahunan komunitas integratif dan perbandingan biologi di seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal science. “ini pertamakalinya hewan multiselular bisa menghasilkan klorofil,” tutur pierce.


siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di new england, kanada. Selain mencuri gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.
makhluk setengah hewan setengah tumbuhan
“kami mengumpulkan sejumlah hewan ini dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan,” kata pierce, “asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan).”
para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan begitu sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.
anak-anak dari siput yang sudah mencuri gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa mencuri cukup kloroplas. Sejauh ini kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum pasti bagaimana caranya hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.
“mungkin saja dna dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui,” ungkap pierce.

9 makhluk mitologi asli indonesia

XMISTERI.
1. Orang Pendek
-Orang Pendek adalah hewan kriptid asal Pulau Sumatera dan telah dikenal sejak 100 tahun lalu oleh penghuni hutan, penduduk, kolonis belanda dan ilmuwan. Penelitian menyebutkan bahwa orang pendek adalah primata berjalan yang memiliki sekitar 80 cm dan 150 cm.
Orang Pendek

















2. Lembuswana
Lembuswana
Makhluk Mitologi ini sering dijadikan simbol dalam kerajaan2 jaman dulu seperti Mulawarman, dan di Cungkup Sunan Prapen. Lembuswana adalah hewan dengan kepala berbentuk gajah yang menggunakan mahkota yang memiliki sepasang sayap dan di keempat kakinya terdapat cula/taji (red: seperti ayam). Masih menurut mitos penduduk sekitar sungai Mahakam, Lembuswana adalah penguasa sungai Mahakam yang tinggal dan bernaung di dasar sungai Mahakam.

3. Orang Bati

Orang Bati
Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.


4. Naga Besukih

Naga Besukih
Naga Besukih adalah naga yang diceritakan dalam asal-usul selat Bali. Dalam cerita, Naga ini dapat dipanggil menggunaka

n genta pemujaan milik Begawan Sidi Mantra. Juga diceritakan bahwa ia dapat mengeluarkan emas dan permata dari dalam sisiknya.



5. Garuda

Garuda
Garuda adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.


6. Ahool

 Ahool
Ahool adalah hewan seperti kelelawar raksasa atau beberapa menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa. Beberapa informasi mengatakan bahwa Ahool memiliki panjang sayap sekitar 3 meter. Pertama kali dijelaskan bahwa ia terlihat di gunung Salak.

7. Veo

Veo
Veo adalah hewan kriptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.

8. Ebu Gogo

Ebu Gogo
Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.

9. Warak Ngendog
Warak Ngendog
Warak Ngendog adalah hewan mitos yang digambarkan seekor badak membawa telur di punggungnya. Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari Naga (Cina), Buraq (Arab) dan Kambing (Jawa). Biasanya dijadikan maskot dalam acara Dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa.

the mongolian death worm (cacing maut mongolia)

the mongolian death worm
XMISTERI. -The Mongolian Death Worm , diketahui suku nomaden Mongolia sebagai khorkhoi allghoi (kadang-kadang dipanggil sebagai allerghoi horhai atau olgoj chorchoj) atau 'cacing usus' karena mirip dengan usus sapi. Mahluk ini berwarna merah, dan kadang-kadang digambarkan memiliki bintik-bintik gelap atau bercak-bercak,. Mahluk ini juga memiliki panjang tubuh kira-kira 2 sampai 5 meter.

The Mongolian Death Worm menghuni Selatan Gurun Gobi di Mongolia. Referensi pertama binatang yang luar biasa ini muncul dalam Chapman Andrews '1926 buku Profesor Roy On the Trail of Ancient Man, meskipun palaentoloigis Amerika (ia inspirasi karakter Indiana Jones) . ia tidak sepenuhnya yakin dengan cerita-cerita rakasa yang ia dengar di sebuah pertemuan para pejabat Mongolia: "Tidak ada yang pernah melihat makhluk itu, tetapi mereka semua sangat yakin dengan keberadaan mahluk itu dan menggambarkannya dengan teliti."
Penjelajah Ceko Ivan Mackerle:"-Seperti Sosis dengan panjang lebih dari setengah meter (20 inci)dan dengan tebal sebesar lengan manusia, mirip usus sapi. Ekornya pendek, seperti tepotong. sulit menggambarkan kepalanya karena terlihat seperti tidak mempunyai mata, hidung atau mulut. warnanya gelap merah, seperti darah atau salami ... ia bergerak dengan cara yang aneh - baik dengan cara menggelinding atau menggeliat menyamping, dengan menyapu. mahluk itu tinggal di bukit pasir terpencil dan di lembah-lembah panas bawah tanah di gurun Gobi dengan tanaman saxaul. ia hanya terlihat selama bulan-bulan terpanas tahun, Juni dan Juli, kemudian pada bulan-bulan lain ia masuk ke dalam liang pasir dan tidur. Ia sering keluar dari tanah terutama setelah hujan, ketika tanah basah. Mahluk ini sangat berbahaya, karena dapat membunuh seketika manusia dan hewan dalam jarak beberapa meter. "
Makhluk itu dilaporkan dapat menyemprotkan zat asam yang dapat menyebabkan kematian seketika. mahluk ini juga memiliki kemampuan untuk membunuh dari jarak jauh dengan sengatan listrik. Banyak orang Mongolia telah melaporkan melihat makhluk ini. Makhluk itu melakukan hibernasi selama hampir sepanjang tahun kecuali untuk bulan Juni dan Juli.
di yakini juga dengan menyentuh bagian mana saja dari tubuh cacing ini akan langsung mengalami kematian, yang diduga mengandung racun logam corrodes. cerita rakyat setempat juga bercerita mahluk ini suka tanaman parasit lokal seperti Goyo.Mungkinkahia sejenis belut listrik yang hidup di tanah?
Belut listrik adalah cacing panjang seperti Mongolian Death Worm dan diketahui juga bahwa belut listrik dapat menghasilkan listrik yang cukup kuat untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Belut listrik seekor belut, mereka hanya memiliki bentuk seperti belut. Walaupun namanya belut ia sama sekali bukan belut melainkan sebuah knifefish. Mereka tinggal di dasar lumpur di dalam air yang tenang dan ia harus bernapas; belut listrik naik ke permukaan setiap 10 menit atau lebih, binatang itu akan menelan udara sebelum kembali ke bawah. Hampir 80% dari oksigen yang digunakan oleh ikan diambil dengan cara ini. Ini menunjukkan bahwa kandidat yang paling mungkin untuk memiliki variasi yang hidup di darat. Namun lingkungan terutama seperti Gurun Gobi tampaknya akan terlalu keras untuk makhluk semacam itu. Namun mengingat kepercayaan penduduk lokal bahwa "cacing suka keluar dari dalam tanah umumnya setelah hujan, ketika tanah masih basah".
belut listrik yang bernama latin Electrophorus electricus ini terkenal dengan kemampuannya untuk menghasilkan arus listrik yang kuat, mencapai 500-650 volt. hal ini cukup membuat pingsan atau membunuh mangsanya.tetapi belut listrik tidak mempunyai racun yang disemprotkan.
Mungkinkah seekor ular yang meludah?Mungkin makhluk itu adalah semacam kobra meludah.Meludah kobra sangat akurat pada jarak lebih dari 10 kaki. Ketika kobra itu ingin "meludah" atau "menyemprotkan" bisanya. Cobra dapat menyemprotkan racun yang menyakitkan secara langsung ke dalam mata binatang yang berpotensial menginjaknya dari jarak yang aman.Ular yang mirip cacing berbentuk persis seperti cacing "Mongolian Death Worm". dilaporkan Beberapa ular kobra meludah tampak kemerahan dengan warna-mirip dengan laporan tentang Mongolian Death Worm.
Mungkinkah cerita-cerita tentang sengatan listrik dibuat karena kesalahan yang disebabkan oleh terkejutnya melihat makhluk itu.
kesimpulan
mungkin saja para saksi salah mengira dan salah melihat tentang cacing mongolia. tetapi mungkin sja mahlukini benar-benar ada. menurut legenda gurun gobi dahulunya bekas danau yang kemudian mengering akibat bencana, mungkin saja cacing itu adalah belut listrik yang sudah berevolusi. who knows...

orang pendek, misteri makhluk hutan

XMISTERI. -Ilustrasi Orang Bunian dan kerangka Homo Floresiensis
 misteri makhluk hutan



Masyarakat Minangkabau pasti tahu persis mengenai misteri mahluk berkaki terbalik ini. Mahluk yang sering disebut Orang Pendek ini selalu dikaitkan sebagai jelmaan sosok Dewa, namun Dewa yang ini berbeda dengan pengertian Dewa-dewa yang berada di Agama Budha dan Hindu.
Sosok ini sering menjadi perdebatan dikalangan Cryptozoologyst. Cryptozoology sendiri merupakan penyelidikan atau penelitian terhadap makhluk hidup yang belum dikenal sains. Beberapa diantaranya merupakan makhluk-makhluk yang telah menjadi legenda disuatu wilayah, ataupun “monster” misterius yang kerap dilaporkan terlihat oleh manusia yang eksistensinya masih menjadi tanda tanya besar. Istilah Cryptozoolgy pertama kali dipopulerkan oleh Bernard Heuvelmans pada akhir 1950an. Istilah ini merupakan gabungan dari 3 kata Yunani yaitu Kryptos yang berarti tersembunyi, Zoon yang berarti hewan dan Logos yang berarti Ucapan. Orang bunian sendiri masuk dalam 10 mahluk paling dicari oleh para pakar Cryptozoology versi Cryptozoology.com
Banyak dari mereka meyakini keberadaan Orang Pendek hidup dipedalaman Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat. Kemunculan Orang Pendek sering dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat sesosok mahluk pendek yang membawa tongkat runcing. Konon tongkat runcing tersebut dipercaya untuk digunakan oleh Orang Pendek pada saat mencari makan atau berburu. Banyak dari kalangan peneliti meyakini Orang Pendek sebagai sosok manusia purba dari spesies Homo Floresiensis (Manusia Flores) yang biasa dijuluki sebagai Hobbit, mahluk yang mempunyai tubuh dan otak kecil.
Baru-baru ini penemuan kerangka Hobbit dalam ukuran Manusia moderen hanya mencapai 100cm saja. Terlepas dari penemuan-penemuan dan perdebatan-perdebatan antar peneliti membuat lokasi Liang Bua (tempat penemuan fosil spesies H.Floresiensis) ditutup oleh pemerintah Indonesia lantaran perdebatan antara Indonesia dan Australia semakin meruncing, yang sama sekali membuat saya tidak tertarik lebih baik mendengarkan

keluguan cerita rakyat minangkabau tentang orang bunian ini.
Awal saya membuat tulisan ini, ada beberapa teman yang menceritakan pada saya mengenai Orang Pendek ini. Konon orang bunian senang bermain-main dipematang sawah pada saat hujan dan angin besar. misteri makhluk hutan
Sosok Orang Pendek sendiri dikabarkan mempunyai ciri yang kontras dengan manusia sekarang, terlihat pada kakinya yang terbalik. Jadi masyarakat sekitar bila ingin
mengejar/menangkap orang bunian jangan lah mengikuti arah kemana jejak kakinya melaikan arah berawanan dengan jejak kakinya. Contoh bila arah jejak kaki ke barat maka kejarlah kearah timur dengan itu anda akan menemukan jejak kaki-jejak kaki berikutnya.
Orang Pendek juga pernah menampakan diri kepada dua orang tim dari Forest Jungle, Dave Archer dan Sahar Didmus. Mereka mengaku melihat sosok kecil yang mengendap-ngendap disemak belukar sampai pada akhirnya sosok tersebut keluar dari semak belukar dan menatap Dave dan Sahar yang sedang melakukan penelusuran hutan (buka jalan). Dave dan Sahar pun menyadari bahwa mereka sedang berada dalam bahaya, dengan tongkat khas orang Bunian mereka mengejar Dave dan Sahar yang keduanya pun tanpa terkomando lari tunggang-langgang.
Sebelumnya pernah ada beberapa kesaksian penduduk setempat yang mengaku pernah melihat makhluk tersebut. Bahkan bukti berupa jejak kakinya berhasil diambil.
Pada tahun 1990 tim ahli dari Organisasi Flora dan Fauna Internasional mengadakan penelitian serius tentang sosok ini mereka sengaja datang untuk melakukan penelitian yang diberi nama “Proyek Orang Pendek”. Penelitian mereka dilakukan secara berkala dan sistematik serta melakukan ekspedisi penelusuran hutan-hutan di Sumatra, sayangnya penelitian ini bisa dikatakan gagal karena tidak menemukan objek yang didapat hanya ratusan kertas hasil pengumpulan data informasi dari penduduk sekitar.
Dari hasil pengumpulan data tersebut, para peneliti bukan menemukan jawaban melainkan menemukan kembali sebuah pertanyaan..
Apakah mereka merupakan sisa-sisa dari genus Australopithecus?